Akses Pemakai
Username:
Password:
  
Register
Konfirmasi Registrasi
Lupa Password
 
Pengumuman

MIGRASI SERVER SELESAI. Server Utama LPC telah selesai di-migrasi ke server yang baru. Mohon maaf apabila terjadi ketidaknyamanan selama proses migrasi ini.

GANGGUAN JARINGAN
Beberapa hari terakhir ini, jaringan LIPI Public Cluster mengalami gangguan sehingga akses ke sarana ini beberapa kali tidak dapat dilakukan.
SERVER UTAMA LPC CRASH. Dengan ini disampaikan kepada segenap pengguna LIPI Public Cluster bahwa pada tanggal 25/07/2008, Server Utama LPC telah mengalami crash yang berdampak pada hilangnya beberapa data pengguna. Setelah diusahakan untuk restore, Sistem LPC tetap kehilangan beberapa data pribadi pemakai (Nama Lengkap, Institusi, Alamat, dan Email untuk pengguna dengan Nomor Urut 089 - 103). Untuk itu silahkan login untuk memperbaiki kembali data-data anda tersebut.
Kami selaku pengelola LIPI Public Cluster meminta maaf akibat kejadian ini, dan sebagai antisipasi kami sudah membuat Backup Berlapis serta berencana untuk meng-upgrade Server Utama LPC.
LOWONGAN UNTUK MAHASISWA !!! GFTK - Grup Fisika Teoritik dan Komputasi, P2 Fisika LIPI membuka kesempatan bagi mahasiswa yang serius untuk melakukan Tugas Akhir S1 maupun Tesis S2 dengan memanfaatkan / topik terkait cluster. Bagi yang berminat silahkan menghubungi kami melalui email : gftk[at]mail.lipi.go.id
 
0 Pemakai Online
 
 
 
21 Nopember 2009
LIPIP2 FISIKAGFTKkomput@sifisik@net
Informasi Cluster
BeritaPublikasiInformasi TerkaitKomparasi
Superkomputer Rakitan LIPI
 
KETIKA masih di sekolah dasar, berhitung matematika mulai dari satu, dua, tiga, hingga sepuluh terasa sangat sulit. Seringkali meski sudah dihapalkan, tetap saja angka-angka tersebut belum juga fasih diucapkan. Coba bandingkan bagaimana selanjutnya ketika Anda beranjak ke bangku SMP? Pelajaran SD , terasa lebih mudah, namun sudut cosinus tangent ternyata jauh lebih rumit lagi. Tak hanya sampai di situ, mata pelajaran di bangku Sekolah Menengah Atas seperti model turunan, hingga ke rumus-rumus diferensial membuat Anda diwajibkan memiliki sebuah kalkulator canggih layaknya komputer. Lalu bagaimana saat kuliah dan bekerja? Komputer adalah alat bantu segalanya. Pada era modern ini komputer dianggap cukup membantu memecahkan segala jenis persoalan. Namun bagi ilmuwan ternyata itu tidak cukup. "Semakin modern ilmu pengetahuan yang diketahui manusia ternyata hitungan yang diketahui jauh lebih rumit lagi dan ilmuwan membutuhkan tidak hanya komputer, tapi sebuah superkomputer," demikian ujar Laksana Tri Handoko, Peneliti Teori Fisika LIPI. Untuk alasan itu, manusia terus membangun model superkomputer dan terus membangunnya. Bahkan menurutnya, kini sebuah model tiruan superkomputer yang dianalogikan dengan otak manusia tengah dibangun. Tujuannya untuk membentuk perangkat yang benar-benar supercerdas. Superkomputer LIPI Superkomputer yang dimiliki LIPI saat ini posisinya berada di Pusat Penelitian Fisika Puspitek Serpong. Selain digunakan oleh para peneliti bidang Fisika dan peneliti lain, superkomputer yang menyala 24 jam ini juga ditawarkan untuk umum. Handoko menyebutkan, siapa saja yang akan melakukan hitungan dengan tingkat kesulitan tinggi dapat menggunakan superkomputer tersebut secara gratis. Bila dilihat dari jenisnya, superkomputer ini sangat langka dan terbilang cukup unik karena hasil rakitan sendiri. Rangkaiannya hanya ditempatkan pada boks kaca yang dibentuk seperti lemari dengan ukuran 1,5 x 2 meter. Keunikan lainnya adalah superkomputer yang dirakit oleh Handoko dan tim ini beberapa spare part-nya masih menggunakan model Pentium 486. "Pentium lama tetap kami pakai, karena pada dasarnya memang tugas komputer ini hanyalah melakukan penghitungan," ujarnya. Perangkatnya cukup sederhana dan merakitnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kebutuhan perangkat yang dibutuhkan adalah jenis mother board, RAM dan LAN card. Sementara komponen lain seperti Hardisk, video grafis, modem dan lainnya tidak di gunakan. Meski begitu, kemampuan superkomputer rakitannya memiliki kecepatan yang cukup handal. Bila dimasukkan dalam kategori superkomputer dunia, rakitannya tersebut masih berada di atas tingkatan superkomputer terendah. "Diprediksi kecepatan superkomputer ini dapat mencapai 150 gigaflops. Sebagai perbandingan untuk jenis superkomputer terendah kecepatannya berada pada kisaran 135 gigaflops," ujar Handoko. Rakitan sendiri Super komputer pada dasarnya adalah gabungan dari beberapa komputer yang dijadikan satu. Perangkatnya sangat sederhana dan pada prinsipnya menyerupai jaringan komputer di kantor. Di perusahaan dan di bank-bank, biasanya sistem administrasi menggunakan model pengabungan komputer semacam ini, namun jumlahnya hanya beberapa dan tidak dirangkai untuk kepentingan perhitungan yang cepat. Untuk menjadikannya lebih cerdas dan memiliki kemampuan yang lebih cepat, komputer harus memiliki sistem yang dapat membagi-bagi suatu perintah. Sistem pembagi ini terdapat dalam satu perangkat PC. Selanjutnya tugas operasi dapat dibagi-bagikan ke rangkaian komputer lain yang disebut dengan note. Di Pusat Penelitian Fisika, jumlah komputer (note) mencapai 45 buah. (JURNAL NASIONAL, 21 JUNI 2007/ humasristek)
 
Sumber : Situs KNRT (Senin, 25 Juni 2007)
 
Revisi Terakhir : 20/08/2007 16:35:49 PM
 
 
 
 
 
© GFTK Fisika LIPI, 2004 - 2009. All Right Reserved.